DESA PENJARA MENUJU PARIWISATA
Senja telah jatuh dibalik perbukitan desa Haumeni. Haumeni
telah menyimpan sejuta samudera keindahan. Hujan rindu jatuh di akhir bulan
Maret, masyarakat Haumeni terpenjara akan kehadiran virus Corona. Rasa cemas
dan khawatir telah memasuki lorong – lorong tersempit arsip jantung warga
Haumeni. Dibalik pohon pates yang sudah bertahun – tahun menyejarah bersama
bukit Maneno, ada hampiran padang sabana yang sejauh mata memandang, segalanya
menakjubkan.
Masyarakat Haumeni selalu hidup berdampingan dengan alam
semesta. Karena alam semesta merupakan sumber kehidupan manusia. Filsuf Baruch
De Spinoza melihat satu substansi yang satu dan sama yakni Allah atau alam. Masyarakat
Haumeni menghormati alam semesta sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam urat
nadi mereka. Karena alam semestalah yang menentukan segala sesuatu. Kepercayaan
animisme inilah yang dianut oleh masyarakat Haumeni, jauh sebelum penyebaran
agama Kristiani di bumi Haumeni.
Haumeni adalah salah satu desa terpenjara di kabupaten
Timor Tengah Utara – NTT. Mungkin, Anda adalah salah satu penikmat tulisan ini,
tidak tahu di mana letak desa Haumeni. Karena saking jauh dari keramaian kota
Kefamenanu. Saking jauhnya desa Haumeni, para penikmat hujan ber- AC (Air Conditioning) pun tak sudi untuk
menjelajahi samudera pelangi desa Haumeni.
Seluas tinta pelangi, ada ribuan keindahan alam semesta
dan ribuan kearifan lokal masyarakat Haumeni yang belum diketahui oleh seantero
jiwa – jiwa penikmat pariwisata budaya. Andaikan masyarakat Haumeni adalah
pemilik alam semesta, maka gerbang pariwisata budaya akan menghiasi para tour guide atau pemandu wisata dalam
bersafari bersama bayangan keindahan perbukitan Haumeni.
Haumeni itu merupakan surga kecil yang jatuh di antara
para penikmat pariwisata budaya. Akan tetapi, ribuan kearifan lokal Haumeni
terus terpenjara akan ketidaktahuan warga dalam mempromosikan budayanya ke
dunia global.
Masyarakat Haumeni terus terpenjara oleh budaya gengsi. Karena
para kawula mudanya terkontaminasi dengan budaya – budaya luar yang lebih keren dalam balutan kebahagiaan. Padahal, kebahagiaan itu bersayap. layaknya,
masalah kebosanan yang bersifat universal.
Waktu terus berjalan, seperti roda yang terus berputar
meninggalkan dermaga kehidupan yang satu menuju dermaga kehidupan yang lain. Satu
menit, satu jam, satu tahun tak terulang lagi. Desa penjara terus terpaku
bersama kekayaan budayanya. Dibalik keindahan pohon pates dan padang sabana sebuy, ada kerinduan yang amat mendalam
oleh para generasi perantau Haumeni untuk membawa budayanya terbang melampaui
angkasa.
Pelangi itu indah. Karena banyak warna. Indonesia kaya. Karena
beranekaragam. Haumeni kaya akan pariwisata budaya. Akan tetapi, tak ada satu
pun yang berani mempromosikan budaya masyarakat Haumeni. Jika, penulis adalah
salah satu ahli kebudayaan, maka kebudayaan Haumeni akan mengharumkan seantero
alam semesta. Sebagaiman arti haumene
yang selalu wangi sepanjang sejarah manusia.
Salah satu kearifan lokal yang terpenjara oleh masyarakat
Haumeni adalah tradisi Mpolen Maputu yang
berarti menjauhkan segala sesuatu yang membahaykan masyarakat Haumeni. Khususnya
virus Corona. Tradisi ini sudah ada sejak para zaman leluhur masyarakat
Haumeni. Tradisi Mpolen Maputu berlaku
dalam bahaya yang selalu mengganggu kehidupan masyarakat Haumeni.
Tua adat masyarakat Haumeni memegang kendali absolut atas
upacara Mpolen Maputu. Tradisi ini
biasanya dilakukan di salah satu tempat yang sudah menjadi tempat sakral
masyarakat Haumeni sejak zaman para leluhur. Inilah salah satu kearifan lokal
budaya Haumeni yang belum diketahui oleh publik.
Berkat kehadiran teknologi digital, masyarakat Haumeni
perlahan – lahan akan terus mempromosikan kearifan – kearifal lokalnya kepada
publik. Budaya yang kuat akan mencerminkan peradaban masyarakat yang
berkualitas dalam segala aspek kehidupan. Desa penjara menuju pariwisata
budaya. Penulis akan terus berkarya,walau dunia tak meminta.
Meop
on ate
Tah
on usif
Kerja seperti hamba, makan seperti raja
Masyarakat Haumeni semoga filosofi kebudayaan Dawan
selalu membangkitkan semangat juang kita dalam berkarya. Berkaryalah dalam
bidang apa saja demi perkembangan masyarakat Haumeni yang selalu mencintai
budaya serta kearifan – kearifal lokal yang masih tersembunyi rapat – rapat di
jantung hati Anda. Salam pencinta literasi budaya.

Comments
Post a Comment